Lebung Lawe, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan – Provinsi Lampung.
Pemerintah Kampung Lebung Lawe terus berinovasi dalam mengelola Dana Desa (DD) agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada tahun 2025, kampung ini berhasil melaksanakan program praktik baik penggunaan Dana Desa di bidang ketahanan pangan, dengan fokus pada pengembangan usaha ternak ayam petelur.
Musyawarah Kampung Khusus (Muskamsus)
Kegiatan ini diawali dengan Musyawarah Kampung Khusus Ketahanan Pangan (Muskamsus) yang diselenggarakan pada 2 Februari 2025. Dalam musyawarah tersebut, masyarakat dan perangkat kampung sepakat menjadikan ternak ayam petelur sebagai prioritas program ketahanan pangan berbasis BUMDes.
Keterangan: Musyawarah Kampung Khusus Ketahanan Pangan, 2 Februari 2025 di Balai Kampung Lebung Lawe.
🐣 Pembangunan dan Pelaksanaan Program
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kampung mengalokasikan Rp164.000.000 dari Dana Desa untuk pengembangan unit usaha ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Lebung Lawe.
Pembangunan kandang ayam dimulai pada 2 Maret 2025, dilanjutkan dengan pengadaan bibit ayam petelur yang datang pada 2 Oktober 2025.
🥚 Hasil dan Capaian Produksi
Kerja keras masyarakat dan pengurus BUMDes membuahkan hasil. Pada 23 Oktober 2025, ayam-ayam petelur mulai berproduksi. Hingga laporan terakhir, telah tercatat 345 butir telur dihasilkan dan dijual langsung kepada masyarakat Kampung Lebung Lawe.
🌱 Dampak dan Harapan
Program ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan lokal, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi BUMDes dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Kepala Kampung Lebung Lawe menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan program ini:
“Kami bersyukur Dana Desa benar-benar bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Usaha ayam petelur ini semoga bisa berkembang, menjadi inspirasi bagi kampung lain, dan membuka lapangan kerja baru di Lebung Lawe,” ujarnya.
Dengan praktik baik ini, Kampung Lebung Lawe membuktikan bahwa pengelolaan Dana Desa yang transparan, partisipatif, dan berorientasi hasil mampu menciptakan kemandirian desa dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


